Sabtu, 26 September 2015

Qurban

Oleh:
DR. H. Nanung Danar Dono
Pengurus Bidang Dakwah MIUMI DIY & Direktur Pusat Kajian Halal Fak.Peternakan UGM
______

Daging Qurban bisa haram jika...
1. Hewan belum mati (setelah disembelih), namun sudah mulai dikuliti, atau kaki sudah dipotong, atau ekornya dipotong. Jika hewan belum mati koq sudah mulai dikuliti, atau dipotong kakinya, atau dipotong ekornya, maka hewan bisa KESAKITAN...dan mati krn kesakitan. Jika ia mati krn kesakitan (bukan krn disembelih), maka dagingnya HARAM.

2. Jika hewan belum mati koq kakinya dipotong, maka ia HARAM dimakan.

Dari Abu Waqidi Al-Laitsi ra, dia berkata: "Rasulullah Shallallahu a'laihi wa sallam bersabda, yang artinya: Bagian mana saja yang dipotong dari binatang yang masih hidup, maka itu sama dengan BANGKAI."
(HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

CARA MEMASTIKAN hewan telah mati setelah disembelih adalah dgn menggunakan salah satu sari 3 macam reflek:

1. REFLEK MATA
Gunakan jari tangan kita utk menyentuh orang2an (pupil) mata. Jika masih berkedip maka ia MASIH HIDUP. Namun jika sdh tidak ada respon, maka ia telah mati.

2. REFLEK EKOR
Pegang dan geser ekor sapi tsb ke kanan atau ke kiri. Jika ekornya melawan (ngeyel), maka ia MASIH HIDUP. Namun bila sdh tidak ada respon, maka berarti ia telah mati.
Bisa pula dgn MEMENCET ekor sapi. Di ekor sapi ada ujung saraf2 yg sangat sensitif. Jika ia masih hidup, maka ia akan bereaksi saat ekornya dipencet.

3. REFLEK KUKU.
Sapi, kerbau, unta, kambing, & domba adalah hewan berkuku genap (ungulata). Di antara kedua kuku kakinya ada daging yg sangat sensitif. Ada ujung2 saraf disitu. Gunakan ujung pisau yg runcing, sentuh/tusuk pelan bagian tsb. Jika masih ada reaksi menghindar, berarti ia MASIH HIDUP. Namun jika sdh tidak merespon, berarti ia telah mati.

Allaahu a'lam bish-showwab

Sabtu, 19 September 2015

ANAK

Anak adalah dirinya,  ..... bukan dirimu dan .... bukan engkau yang dulu…

Anakmu adalah amanah, .... ia buah hati dan ... bukan anak buah…

Anak hanyalah ujian, ..... dan bukan bahan pujian, .... tapi butuh perhatian....

Anakmu adalah kekasih, .... sayangi dengan sepenuh hati dan .... bukan sesuka hati..... apalagi menyayangi tapi menyakiti hatinya

Anakmu adalah cinta, ..... dan cinta tidak pernah lelah, .... maka belajarlah untuk mencintai kelelahan…

Jangan katakan, .... "Aku lelah membesarkanmu... kamu sulit diatur..." tapi katakanlah, "Aku mencintai kelelahan ini... dan Allah-lah yang Maha Mengatur"

Anak itu fana...  Allah itu abadi....

Dan bagi engkau yang sedang punya masalah dengan anakmu.. .. sungguh, masalahmu sebenarnya adalah dengan Tuhanmu..

Sebab, anakmu hanya ujian... agar engkau tetap bersabar bersungguh sungguh dan beribadah hanya kepada Allah Robbul Alamin

(Diolah dari ust. Arifin Jayadiningrat)
Dicopy dari group tetangga