Rabu, 27 November 2013

TARI KECAK

Kecak adalah jenis tarian Bali yang paling unik, Kecak tidak diiringi dengan alat musik gamelan apapun, tetapi dia diiringi dengan paduan suara sekitar 70 orang pria, ia berasal dari jenis tari sakral ‘’ Sang Hyang ‘’ . Pada tari Sang Hyang seorang yang sedang kemasukan roh berkomunikasi dengan para dewa atau leluhur yang sudah disucikan. Dengan menggunakan si penari sebagai media peng hubung para dewa atau leluhur dapat menyampaikan sabdanya. Padab tahun 1930-an mulailah disisipkan cerita epos Ramayana kedalam tari tersebut secara sinkat ceritanya adalah  sebagai berikut:


Karena akal jahat Dewi Kakayi {Ibu Tiri} Sri Rama, putra mahkota yang syahdari kerajaan Ayodya diasingkan dari Istana ayah anandanya Sang Prabu Dasa Rata . Dengan ditemani adik laki-lakinya serta istrinya yang setia Sri Rama pergi kehutan Dandaka . Pada saat mereka ada dihutan.mereka diketahui oleh Prabu Dasamuka {Rahwana} seorang raja yang lalim, dan Rahwanapunterpikat oleh kecantikan Dewi Sita, ia lalu membuat upaya untuk menculik Sita , dan dia dibantu oleh patihnya Marica Dengan kesaktiannya Raksasa Marica menjelema menjadi seekor Kijang emas yang cantik dan lincah. Dengan demikian maka merekapun berhasil memisahkan Sita dari Rama dan laksamana . Rahwana lalu menggunakan kesempatan ini untuk menculik Dewi Sita dan membawanya kabur ke Alenka Pura. Dengan mengenakan tujuan ini maka dan laksamana berusaha menolang sita dari cengkraman raja yang kejam itu. Atas bantuan bala tentara kera dibawah panglima Hanoman maka mereka berhasil mengalahkan bala tentara raksasa rahwana yang dipimpin oleh Megadana, putranya sendiri akhirnya Rama berhasil merebut kembali istrinya dengan selamat.

Selasa, 15 Oktober 2013

Pembagian Daging Kurban di JIC Ricuh, Seorang Wanita Pingsan

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembagian daging kurban di Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakarta Utara, berlangsung ricuh. Akibatnya, seorang warga pingsan saat mengantre untuk mendapatkan daging kurban.
Sejak pagi warga sudah terlihat memenuhi area halaman Jakarta Islamic Center. Warga tampak tidak sabar untuk mendapatkan daging kurban seberat seperempat kilogram. Tak sedikit warga yang membawa anak-anak mengantre daging kurban, tetapi justru menjadi korban dorong-dorongan. Kontak fisik antarwarga juga menambah panas suasana.
Sejumlah aparat keamanan yang berjaga berusaha meredakan situasi, tetapi justru kewalahan. Sejumlah warga saling dorong dan pukul sehingga suasana berubah seketika menjadi tegang. Saat itulah seorang perempuan paruh baya pingsan.
"Tadi waktu ngantre saya kejepit gara-gara didorong sama yang di belakang. Ada juga kan tadi satu ibu-ibu pingsan pas ngantre", kata Darni (48) yang mengantre sejak pukul 10.00, Selasa (15/10/2013).
Narti (39), warga Kalibaru, Cilincing, juga harus mengantre berjam-jam karena takut tak kebagian. Karena situasi memanas, ia pun kesulitan bergerak. "Sesak juga napas, kan dorong-dorongan kayak gitu," ujar Narti.
Panitia pembagian kurban menyayangkan peristiwa tersebut. Panitia telah menggunakan sistem ring atau prioritas dalam pembagian daging kurban dengan berkoordinasi bersama ketua RT setempat. Namun, warga memilih datang karena takut tidak kebagian. JIC menyiapkan 3.000 kupon, sedangkan permohonan warga mencapai 9.000 orang.

QURBAN

selasa hari raya idul adha aku tadi liat potong sapi